Rabu, 17 April 2013

MAKALAH PERJANJIAN NASIONAL (PKN)


Pengertian perjanjian internasional
1.      Oppenheim -Lauterpacht
                 Perjanjian Internasional adalah suatu persetujuan antar Negara yang menimbulkan hak dan kewajiban diantara pihak yang mengadakannya
2.     Mochtar Kusuma Atmadja
Perjanjian Internasional adalah perjanjian yang diadakan masyarakat bangsa-bangsa yang bertujuan menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu
3.     Konvensi Wina 1969
Perjanjian Internasional adalah perjanjian yang diadakan oleh dua Negara atau lebih yang bertujuan untuk mengadakan akibat-akibat hukum tertentu.
                 Dari beberapa pengertian diatas, dapat kita simpulkan bahwa perjanjian internasional akan menimbulkan akibat hukum yang harus dipenuhi oleh masing-masing Negara agar tujuan diadakannya perjanjian internasional dapat dicapai dengan baik.
Perjanjian Internasional dapat digolongkan ke dalam 4 (empat) segi, yaitu:
1. Perjanjian Internasional ditinjau dari jumlah pesertanya
Secara garis besar, ditinjau dari segi jumlah pesertanya, Perjanjian Internasional dibagi lagi ke dalam:
a. Perjanjian Internasional Bilateral,
yaitu Perjanjian Internasional yang jumlah peserta atau pihak-pihak yang terikat di dalamnya terdiri atas dua subjek hukum internasional saja (negara dan / atau organisasi internasional, dsb). Kaidah hukum yang lahir dari perjanjian bilateral bersifat khusus dan bercorak perjanjian tertutup (closed treaty), artinya kedua pihak harus tunduk secara penuh atau secara keseluruhan terhadap semua isi atau pasal dari perjanjian tersebut atau sama sekali tidak mau tunduk sehingga perjanjian tersebut tidak akan pernah mengikat dan berlaku sebagai hukum positif, serta melahirkan kaidah-kaidah hukum yang berlaku hanyalah bagi kedua pihak yang bersangkutan. Pihak ketiga, walaupun mempunyai kepentingan yang sama baik terhadap kedua pihak atau terhadap salah satu pihak, tidak bisa masuk atau ikut menjadi pihak ke dalam perjanjian tersebut.
b. Perjanjian Internasional Multilateral,
yaitu Perjanjian Internasional yang peserta atau pihak-   pihak yang terikat di dalam perjanjian itu lebih dari dua subjek hukum internasional. Sifat kaidah hukum yang dilahirkan perjanjian multilateral bisa bersifat khusus dan ada pula yang bersifat umum, bergantung pada corak perjanjian multilateral itu sendiri. Corak perjanjian multilateral yang bersifat khusus adalah tertutup, mengatur hal-hal yang berkenaan dengan masalah yang khusus menyangkut kepentingan pihak-pihak yang mengadakan atau yang terikat dalam perjanjian tersebut. Maka dari segi sifatnya yang khusus tersebut, perjanjian multilateral sesungguhnya sama dengan perjanjian bilateral, yang membedakan hanya dari segi jumlah pesertanya semata. Sedangkan perjanjian multilateral yang bersifat umum, memiliki corak terbuka.
2. Perjanjian Internasional ditinjau dari kaidah hukum yang dilahirkannya
Penggolongan Perjanjian Internasional dari segi kaidah terbagi dalam 2 (dua) kelompok:
a. Treaty Contract
                 Sebagai perjanjian khusus atau perjanjian tertutup, merupakan perjanjian yang hanya melahirkan kaidah hukum atau hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang hanya berlaku antara pihak-pihak yang bersangkutan saja. Perjanjian ini bisa saja berbentuk perjanjian bilateral maupun perjanjian multilateral. 
b. Law Making Treaty.
                  Sebagai perjanjian umum atau perjanjian terbuka, merupakan perjanjian-perjanjian yang ditinjau dari isi atau kaidah hukum yang dilahirkannya dapat diikuti oleh subjek hukum internasional lain yang semula tidak ikut serta dalam proses pembuatan perjanjian tersebut. Dengan demikian perjanjian itu, ditinjau dari segi isi atau materinya maupun kaidah hukum yang dilahirkannya tidak saja berkenaan dengan kepentingan subjek-subjek hukum yang dari awal terlibat secara aktif dalam proses pembuatan perjanjian tersebut, melainkan juga dapat merupakan kepentingan pihak-pihak lainnya.
3. Perjanjian Internasional ditinjau dari prosedur atau tahap pembentukannya
                 Dari segi prosedur atau tahap pembentukanya Perjanjian Internasional dibagi ke dalam dua kelompok yaitu:
a. Perjanjian Internasional yang melalui dua tahap.
                  Perjanjian melalui dua tahap ini hanyalah sesuai untuk masalah-masalah yang menuntut pelaksanaannya sesegera mungkin diselesaikan. Kedua tahap tersebut meliputi tahap perundingan (negotiation) dan tahap penandatanganan (signature).
b. Perjanjian Internsional yang melalui tiga tahap.
                  Pada Perjanjian Internasional yang melalui tiga tahap, sama dengan proses Perjanjian Internasionl yang melalui dua tahap, namun pada tahap ketiga ada proses pengesahan (ratification). Pada perjanjian ini penandatangan itu bukanlah merupakan pengikatan diri negara penandatangan pada perjanjian, melainkan hanya berarti bahwa wakil-wakil para pihak yang bersangkutan telah berhasil mencapai kata sepakat mengenai masalah yang dibahas dalam perundingan yang telah dituangkan dalam bentuk naskah perjanjian. 
4. Perjanjian Internasional ditinjau dari jangka waktu berlakunya
                 Pembedaan atas Perjanjian Internasional berdasarkan atas jangka waktu berlakunya, secara mudah dapat diketahui pada naskah perjanjian itu sendiri, sebab dalam beberapa Perjanjian Internasional hal ini ditentukan secara tegas. Namun demikian, dalam hal Perjanjian Internasional tersebut tidak secara tegas dan eksplisit menetapkan batas waktu berlakunya, dibutuhkan pemahaman yang mendalam akan sifat, maksud dan tujuan perjanjian itu, karena hakikatnya perjanjian itu dimaksudkan untuk berlaku dalam jangka waktu tertentu atau terbatas. Misalnya, jika objek yang diperjanjikan itu sudah terlaksana atau terwujud sebagaimana mestinya, maka perjanjian tersebut berakhir dengan sendirinya. 
Istilah-istilah Perjanjian Internasional
1.      Traktat (treaty), perjanjian paling formal yang merupakan persetujuan dari dua Negara atau lebih. Perjanjian ini khusus mencakup bidang politik dan ekonomi.
2.     Konvensi (convention), persetujuan formal yang bersifat multilateral dan tidak berurusan dengan kebijakan tingkat tinggi (high policy).
3.     Protokol (protocol), persetujuan yang tidak resmi dan pada umumnya tidak dibuat oleh kepala Negara. Biasanya protocol mengatur masalah-masalah tambahan seperti penafsiran klausal-kalusal tertentu.
4.     Persetujuan (agreement), perjanjian yang bersifat teknis atau administrative. Persetujuan ini tidak perlu ratifikasi karena tidak seresmi traktat atau konvensi.
5.     Charter, istilah yang dipakai dalam perjanjian internasional untuk pendirian badan yang melakukan fungsi administrative. Misalnya Atlantic Charter 1941 yang mengilhami berdirinya PBB.
6.     Pakta (pact), istilah yang menunjukkan suatu perjanjian yang lebih khusus. Misalnya Pakta pertahanan NATO, SEATO.
7.     Piagam (statute), himpunan peraturan yang ditetapkan oleh peraetujuan internasional.
8.     Deklarasi (declaration), perjanjian internasional yang berbentuk traktat dan dokumen tidak resmi. Deklarasi sebagai traktat jika menerangkan suatu judul dari batang tubuh ketentuan traktat, dan sebagai dokumen tidak resmi apabila merupakan lampiran pada traktat atau konvensi.
Tahap-tahap Perjanjian Internasional
Dalam konvensi wina 1969 tentang perjanjian internasional, ada tiga tahap dalam pembuatan perjanjian internasional, yaitu:
1.      Perundingan (Negotiation)
                        Tahap ini merupakan langkah awal bagi negara-negara untuk menentukan objek perjanjian. Pada tahap perundingan ini akan dibicarakan mengenai hak dan kewajiban yang harus dilakukan setelah disepakati dalam perjanjian, termasuk keuntungan dan kerugian serta mekanisme pelaksanaan perjanjian.
                 Perundingan yang dialakukan dalam perjanjian bilateral disebut dengan “talk”. Sedangkan dalam perjanjian multilateral disebut dengan “diplomatic conference”.
2.     Penandatanganan (Signature)
                 Tahap ini merupakan tahapan yang penting karena menjadi bukti nyata suatu Negara mengikat atau tidak dalam perjanjian. Penandatanganan dapat dilakukan oleh kepala pemerintahan ataupun oleh menteri luar negeri.
3.     Pengesahan (Ratification)
                 Pengesahan atau ratification merupakan cara yang sudah melembaga dalam pembuatan perjanjian internasional. Ratifikasi bertujuan memberikan kesempatan kepada Negara-negara guna mengadakan peninjauan serta pengamatan apakah negaranya dapat diikat oleh perjanjian itu atau tidak. Selain itu. dengan adanya ratifikasi akan menumbuhkan keyakinan pada lembaga perwakilan rakyat bahwa yang menandatangani isi perjanjian tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kepentingan rakyat.
Dasar hukum adanya ratifikasi diatur dalam:
1.   Pasal 11 konvensi Wina 1969
2.  Pasal 43 sub 3 piagam PBB
3.  Pasal 120 konstitusi ILO
Dalam perundang-undangan Negara Indonesia, ratifikasi diatur dalam pasal 11 UUD 1945, ayat:
1)    Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan Negara lain
2)   Presiden dalam membuat perjanjian Internasional lainnya yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasarkan bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan Negara dan atau mengharuskan perubahan atau pembentukan undang-undang harus dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.
3)   Ketentuan lebih lanjut tentang  perjanjian internasional diatur dengan undang-undang.
Ada tiga system ratifikasi yang dikenal didunia:
1.      Sistem ratifikasi oleh Eksekutif. Digunakan oleh Negara yang menggunakan system pemerintahan otoriter/ dictator.
2.     Sistem ratifikasi oleh legislative. Digunakan di Negara Honduras, Turki dan Elsavador
3.     Sistem ratifikasi campuran (Eksekutif dan Legislatif). Digunakan oleh Negara Indonesia, Amerika, Perancis.
Beberapa hal penting dalam Perjanjian Internasional
1.      Penggolongan Perjanjian internasional, ada 2:
a.  Menurut bentuk/ jumlah peserta perjanjian internasional, yaitu:
i)     Bilateral : perjanjian yang dilakukan oleh dua Negara, contoh: perjanjian ekstradisi
ii)    Multilateral : perjanjian yang dilakukan lebih dari 2 negara, contoh: konvensi hukum laut internasional tahun 1982.
b. Menurut daya ikat/ ungsi/ sifatnya, yaitu:
i)     Law making teaty : perjanjian yang meletakkan kaidah/ norma umum bagi masyarakat internasional secara keseluruhan dan  bersifat multilateral dan terbuka, contoh : konvensi hukum laut internasional tahun 1982
ii)    Treaty contract : Perjanjian yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi Negara-negara yang mengadakan perjanjian saja, contoh : Perjanjian RI-Cina tentang kewarganegaraan.
2.     Keikutsertaan dalam perjanjian internasional
Persetujuan untuk mengikatkan diri dalam perjanjian internasional dapat dialkukan dengan beberapa cara, yaitu:
a.   Accession : mengikuti keseluruhan isi perjanjian
b.  Adhession : mengikuti ketentuan tertentu saja karena alasan untuk kepentingan nasional dengan mengajukan persyaratan
c.   Acceptence : menerima dari suatu penandatanganan ratifikasi
Ada dua teori mengenai persyaratan dalam perjanjian internasional:
a.   Teori Kebulatan Suara (Unanimity Principle). Persyaratan itu hanya sah atau berlaku bagi yang mengajukan persyaratan jika persyaratan ini diterima oleh seluruh peserta dari perjanjian. Contoh: PBB dalam mengeluarkan resolusi atau menerima anggota baru, memerlukan kebulatan suara dari seluruh anggota
b.  Teori Pan Amerika. Setiap perjanjian itu mengikat negara yang mengajukan persyaratan dengan negara yang menerima persyaratan. Teori ini biasanya dianut oleh organisasi-organisasi negara Amerika. Contoh: NATO, setiap anggota diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk berpartisipasi dalam perjanjian yang dibentuk tersebut.
3.     Berlaku dan berakhirnya perjanjian internasional
Perjanjian internasional berlaku ketika:
c.   Mulai berlaku sejak tanggal ditentukan/ persetujuan Negara peserta
d.  Mulai berlaku segera setelah persetujuan diikat dan dinyatakan peserta perjanjian
e.   Bila persetujuan suatu Negara untuk terikat setelah perjanjian berlaku maka mulai berlaku sejak tanggal tersebut kecuali ditentukan lain
f.   Berlaku sejak disetujuinya teks perjanjian
Perjanjian internasional berakhir jika:
a.    Telah tercapai tujuannya
b.    Habis masa berlakunya
c.    Salah satu Negara punah
d.    Persetujuan peserta untuk mengakhiri perjanjian
e.    Adanya perjanjian baru yang isinya meniadakan perjanjian terdahulu
f.    Pembatalan sepihak/ pengunduran diri (denunciation)
g.    Perubahan yang mendasar terhadap keadaan  saat pembuatan perjanjian (Rebus Sic Stantibus)
4.     Pembatalan perjanjian internasional
Perjanjian internasional dapat batal jika:
a.    Negara peserta/ wakil kuasa usaha melanggar ketentuan hukum negaranya
b.    Unsur kesalahan yang berhubungan dengan fakta/ kenyataan saat pembuatan perjanjian
c.    Adanya unsur penipuan, kecurangan, dan penipuan
d.    Adanya unsur paksaan
e.    Bertentangan dengan kaidah dasar hukum internasional (asas Just cogens)
5.     Asas dalam Perjanjian Internasional
Untuk menjaga kelangsungan perjanjian internasional, maka setiap Negara harus mematuhi asas-asas umum, diantaranya:
a.    Asas Pacta sun servanda : Janji mengikat dan harus dilaksanakan dengan itikad baik
b.    Asas Reciprocitas : Tidakan suatu Negara (positif/negatif) akan terbalas setimpal
c.    Asas Courtecy : Saling menghargai dan menghormati kedaulatan Negara lain
d.    Egality rights : Setiap Negara memiliki kedudukan yang sama.






LEGENDA BUNGA KAMUNING

Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik. Sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana. Tetapi ia terlalu sibuk dengan kepemimpinannya, karena itu ia tidak mampu untuk mendidik anak-anaknya. Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Puteri-puteri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Pertengkaran sering terjadi di antara mereka.
Kesepuluh puteri itu dinamai dengan nama-nama warna. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon. Adik-adiknya dinamai Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona dan Puteri Kuning, Baju yang mereka pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Puteri Kuning sedikit berbeda, ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya ia selalu riang dan dan tersenyum ramah kepada siapapun. Ia lebih suka berpergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya.
Pada suatu hari, raja hendak pergi jauh. Ia mengumpulkan semua puteri-puterinya. “Aku hendak pergi jauh dan lama. Oleh-oleh apakah yang kalian inginkan?” tanya raja.
“Aku ingin perhiasan yang mahal,” kata Puteri Jambon.
“Aku mau kain sutra yang berkilau-kilau,” kata Puteri Jingga. 9 anak raja meminta hadiah yang mahal-mahal pada ayahanda mereka. Tetapi lain halnya dengan Puteri Kuning. Ia berpikir sejenak, lalu memegang lengan ayahnya.
“Ayah, aku hanya ingin ayah kembali dengan selamat,” katanya. Kakak-kakaknya tertawa dan mencemoohkannya.
“Anakku, sungguh baik perkataanmu. Tentu saja aku akan kembali dengan selamat dan kubawakan hadiah indah buatmu,” kata sang raja. Tak lama
kemudian, raja pun pergi.
Selama sang raja pergi, para puteri semakin nakal dan malas. Mereka sering membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka. Karena sibuk menuruti permintaan para puteri yang rewel itu, pelayan tak sempat membersihkan taman istana. Puteri Kuning sangat sedih melihatnya karena taman adalah tempat kesayangan ayahnya. Tanpa ragu, Puteri Kuning mengambil sapu dan mulai membersihkan taman itu. Daun-daun kering dirontokkannya, rumput liar dicabutnya, dan dahan-dahan pohon dipangkasnya hingga rapi. Semula inang pengasuh melarangnya, namun Puteri Kuning tetap berkeras mengerjakannya. Kakak-kakak Puteri Kuning yang melihat adiknya menyapu, tertawa keras-keras. “Lihat tampaknya kita punya pelayan baru,” kata seorang diantaranya.
“Hai pelayan! Masih ada kotoran nih!” ujar seorang yang lain sambil melemparkan sampah. Taman istana yang sudah rapi, kembali acak-acakan. Puteri Kuning diam saja dan menyapu sampah-sampah itu. Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang sampai Puteri Kuning kelelahan. Dalam hati ia bisa merasakan penderitaan para pelayan yang dipaksa mematuhi berbagai perintah kakak-kakaknya.
“Kalian ini sungguh keterlaluan. Mestinya ayah tak perlu membawakan apa-apa untuk kalian. Bisanya hanya mengganggu saja!” Kata Puteri Kuning dengan marah.
“Sudah ah, aku bosan. Kita mandi di danau saja!” ajak Puteri Nila. Mereka meninggalkan Puteri Kuning seorang diri. Begitulah yang terjadi setiap hari, sampai ayah mereka pulang. Ketika sang raja tiba di istana, kesembilan puterinya masih bermain di danau, sementara Puteri Kuning sedang merangkai bunga di teras istana. Mengetahui hal itu, raja menjadi sangat sedih.
Anakku yang rajin dan baik budi! Ayahmu tak mampu memberi apa-apa selain kalung batu hijau ini, bukannya warna kuning kesayanganmu!” kata sang raja. Raja memang sudah mencari-cari kalung batu kuning di berbagai negeri, namun benda itu tak pernah ditemukannya.
“Sudahlah Ayah, tak mengapa. Batu hijau pun cantik! Lihat, serasi benar dengan bajuku yang berwarna kuning,” kata Puteri Kuning dengan lemah lembut.
“Yang penting, ayah sudah kembali. Akan kubuatkan teh hangat untuk ayah,” ucapnya lagi. Ketika Puteri Kuning sedang membuat teh, kakak-kakaknya berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah dan saling memamerkannya. Tak ada yang ingat pada Puteri Kuning, apalagi menanyakan hadiahnya.
Keesokan hari, Puteri Hijau melihat Puteri Kuning memakai kalung barunya. “Wahai adikku, bagus benar kalungmu! Seharusnya kalung itu menjadi milikku, karena aku adalah Puteri Hijau!” katanya dengan perasaan iri.
“Ayah memberikannya padaku, bukan kepadamu,” sahut Puteri Kuning. Mendengarnya, Puteri Hijau menjadi marah. Ia segera mencari saudara-saudaranya dan menghasut mereka.
“Kalung itu milikku, namun ia mengambilnya dari saku ayah. Kita harus mengajarnya berbuat baik!” kata Puteri Hijau. Mereka lalu sepakat untuk merampas kalung itu. Tak lama kemudian, Puteri Kuning muncul. Kakak-kakaknya menangkapnya dan memukul kepalanya. Tak disangka, pukulan tersebut menyebabkan Puteri Kuning meninggal.
“Astaga! Kita harus menguburnya!” seru Puteri Jingga. Mereka beramai-ramai mengusung Puteri Kuning, lalu menguburnya di taman istana. Puteri Hijau ikut mengubur kalung batu hijau, karena ia tak menginginkannya lagi. Sewaktu raja mencari Puteri Kuning, tak ada yang tahu kemana puteri itu pergi. Kakak-kakaknya pun diam seribu bahasa. Raja sangat marah. “Hai para pengawal! Cari dan temukanlah Puteri Kuning!” teriaknya.
Tentu saja tak ada yang bisa menemukannya. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, tak ada yang berhasil mencarinya. Raja sangat sedih. “Aku ini ayah yang buruk,” katanya.” Biarlah anak-anakku kukirim ke tempat jauh untuk belajar dan mengasah budi pekerti!” Maka ia pun mengirimkan puteri-puterinya untuk bersekolah di negeri yang jauh. Raja sendiri sering termenung-menung di taman istana, sedih memikirkan Puteri Kuning yang hilang tak berbekas.
Suatu hari, tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning. Sang raja heran melihatnya. “Tanaman apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama ia Kemuning.!” kata raja dengan senang. Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Bahkan, bunga-bunga kemuning bisa digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya dipakai untuk membuat kotak-kotak yang indah, sedangkan kulit kayunya dibuat orang menjadi bedak. Setelah mati pun, Puteri Kuning masih memberikan kebaikan.

DRAMA LUCU


Ku Pinang Kau dengan Biskuit
Pemeran :


Jaynudin   : Anak yatim piatu yang berjualan biskuit,rendah hati, dan penuh semangat
Karla        : Anak konglomerat yang suka merendahkan orang lain
Abeng      : Sahabat Jay yang selalu menyemangati dan menolong Jay 
Mami       : Ibu Karla yang suka bicara keras tetapi sangat menyayangi Karla
Yana        : Sahabat Karla yang sedikit menyebalkan tapi baik hati
Anya        : Sahabat Karla yang pemarah dan sedikit dheso


Disebuah perkampungan hiduplah seorang anak yang baru saja ditinggalkan oleh orang tuanya karena kecelakaan yang merenggut nyawa orangtuanya. Namanya Jay anak yang baik rendah hati dan penuh semangat selalu membantu orangtuanya dengan berjualan biskuit. semenjak kematian orang tua Jay, Abeng sahabat Jay dari Jakarta datang untuk menghibur Jay
Malam hari..
Abeng         : (mengetuk pintu)” selamat malam”

Jay                : “Ia ia, tunggu sebentar ga sabaran banget sih”
Abeng         : “Padahal gue cuma ngetuk satu kali, malah marah marah nih anak”
Jay                : “Eh, Abeng “(terkejut lalu menunjuk)
Abeng         : “Eh, Abeng juga .  Eh Jay maksudnya” (menunjuk Jay)
Jay                : Ah, masuk masuk
Abeng         : ” Lo ga nyuruh gue duduk apa?”
Jay                : “Yah, lo kan biasanya langsung duduk aja” 
Abeng         : “Haha Ya deh
Mereka berbincang tentang kematian orangtua Jay, hingga Jay memutuskan untuk tinggal di Jakarta bersama Abeng dan berangkat besok pagi

keesokan pagi..Abeng sedang bersiap siap untuk berangkat sambil menonton TV “ Kupinangkau dengan Bismillah “ sedangkan Jay baru bangun

Abeng         : “Wooy keebo !! Buruan mandi, ntar ketinggalan kereta lagi

Jay                : “Iye, (sambil garuk kepala) eh ni pilem bagus juga (sambil melihat TV)

Abeng         : “Buruaan. .!!”
Jay berjalan ke kamar mandi,setelah selesai berkemas mereka segera berangkat ke stasiun dan naik kereta ke Jakarta

Dirumah Klara, Klara pulang dengan wajah cemburut

Mami          : “Ko ga baca salam? Pikun ya?”
Klara            : “Au ah” (sambil jalan ke kamar)
Mami          : “Ni anak ditanya baik baik malah jawab marah, Klara kenapa sih?”

                       (bertanya ke Anya  dan Yana)

Anya            : “Emm.. gini Tan, eem..  lo aja deh yan  yang bilang” (sambil berbisik ke Yana)
Yana            : “Gini tan, tadi kan Klara lagi ngomong sama Billy, trus mereka berantem kayaknya
                        mereka putus deh

Mami          : “Billy? Ikan bilis maksudnya?”
Anya            : “Bukan bilis, tapi Billy Tan. B – I – L –L – Y” (sambil mengeja)
Mami          : “Oh gitu, kasihan juga . Gimana kalau kita hibur Karla?”
Yana            : “Tapi caranya?”
Anya            : “Kita masuk aja dulu ke kamar”

Beberapa saat kemudian terdengar suara penjual biskuit kesukaan Karla. Ia pun langsung keluar untuk membeli biskuit sedangkan Jay yang berprofesi sebagai penjual biskuit dikampung, langsung dagang di sekitar kontrakan Abeng

Jay                : “Biskuit biskuit, biskuit murah biskuit enak beli neng beli buk murah murah”
Karla            : “Bang bang, bang biskuit” (dengan irama manja)
Jay                : “Ia neng” (sambil membawa gerobaknya ke arah rumah Karla)
Karla            : “Kok loh sih? Bukan abang yang biasa” (heran dan kaget)
Jay                : “Abang  yang mana ya neng? Oh,saya mah orang baru atuh neng”
Karla            : “Orang baru, emm gue beli yang ini deh. Berapa?”
Jay                : “8 ribu aja neng”
Karla            : “Nih uangnya, kembaliannya ambil” (ketus)
Jay                : “Bukannya uangnya cukup neng ?” (sambil memandangi wajah karla yang cantik jelita)
Karla            : “Nah itu lo tau” (sambil berjalan ke rumah)
Jay                : “Uh jantung gue, deg deg seer kayak es doger”



Karla lalu masuk ke rumah
Mami          : “Udah siap beli biskuit nya?”
Karla            : “Udah, tapi Mi penjualnya beda dari yang biasa. Katanya sih pedagang baru”
Anya            : “Yaudah, ngapain itu dipikirin” 
Yana            : “Ga penting juga”
Karla            : “Ia juga yah”
Mami          : “Udah sore, kalian ga pulang?”
Karla            : “Ih Mami mau ngusir mereka?” (marah)
Mami          : ”Bukan gitu, ntar orangtua mereka nyariin”
Anya            : “Kar, Tan kami pulang dulu ya”
Yana            : “Sampai jumpa besok jangan sedih lagi ya , dont miss me”
Mami          : “Titi dj ya”

Malamnya Jay curhat sama Abeng tentang Karla, dia suka pada pandangan pertama kepada Karla. 

Jay                : “Beng, lo tau ga cewek manis  diblok sebelah?”
Abeng         : “Cewek yang mana? “
Jay                : “Itu, cewek yang tinggal di rumah gede warna coklat? Rumah nya aja bagus apalagi

                       orangnya duuh”

Abeng         : “Oh, itu namanya Karla dia temen sekampus gue (sambil mengingat) Kenapa?
Jay                : “Yah lo, masa ga ngerti sih?

Abeng         : “Jangan bilang lo suka sama dia
Jay                : “Tapi kenyataanya ia tuh
Abeng         : “Ha? Yakin lo?
Jay                : “Kenapa? Karena gue seorang penjual biskuit , ada larangan? (sedikit membentak)
Abeng         : “Ya ga masalah sih
Jay                : “Lo harus bantuin gue buat dekat sama Karla ok? (seraya jalan ke kamar untuk tidur)
Abeng         : “Gue ga yakin ini berhasil (sambil mengikuti  Jay)
Jay                : “Gue denger (berbalik), mmm.. gimana kalau gue ikutan aja ke kampus lo ?
Abeng         : “Ga!! (marah dan masuk ke kamar)
Jay bingung dan mengikuti


Dikampus..

Abeng sedang asik mengobrol dengan Anya dan Yana, mereka sahabatan sejak dari SMA.Sedangkan Karla latihan vocal. Tiba tiba muncul Jay dari kejauhan 
Jay                         : “Hai (tanpa rasa bersalah)

Anya dan Yana  : “Hai..
Abeng                  : “Lo ngapain? Ko bisa nyampe disini? (setengah berbisik)
Yana                      : “Ini siapa Beng?
Abeng                  : “Ini temen gua di kampung, dia baru pindah ke sini namanya Jay. Jay ini Yana dan

                                                Anya

Anya                     : “Oh gitu, ko bisa di kampus ini? Kuliah disini juga?
Jay                         : “Ga, gue kesini buat nyari Karla

Yana                      : “Karla? Ada hubungan apa lo sama Karla?
Jay                         : “Gue suka sama Karla (semangat)
Anya                     : “Gila banget nih orang, langsung bilang suka ckckck(bergumam)
Abeng menjelaskan kenapa mereka bisa bertemu dan Jay memaksa Anya dan Yana untuk membantu dia mendapatkan Karla
Jay                         : “Yan, bisa bantu gue kan? (sok akrab)
Yana                      : “Emm, gimna yah?
Anya                     : “Iya aja, daripada Karla frustasi karena diputusin Billy. Kan ada penggantinya
Yana                      : “Tapi masa tukang biskuit gini?
Abeng                  : “Plis, bantuin temen gue ini(sedikit memelas)
Anya dan Yane      : “Oke lah (ragu ragu)

Jay                          : “yey, makasi temen temen”
Rencana telah disusun, ketika Karla lewat Jay menghampiri Karla

Jay                : “Hei, kamu eneng yang beli biskuit kemaren ya?

Karla            : “Iya, kenapa?

Jay                : “Eh kemarin uang kamu jatuh , jadi sekarang aku ingin mengembalikannya
Karla            : “Oh, makasi. Untung yang nemuin orang yang jujur kayak kamu (didalam hati karla

                        bergumam,ternyata masih ada ya orang baik kayak dia walaupun dia miskin), oh ya
                        nama gue Karla(mengulurkan  tangan)

Jay                : “Nama gue Jay,  Jayanudin (senyum) kamu mau pulangkan? Bareng yuk . .
Karla            : “Ga deh, aku kalau pulang dijemput mami

Jay                : “Ya udah, sebelum mami kamu datang bolehkan aku nemenin nunggu
Karla dan Jay semakin akrab, dan ketika Mami Karla datang 
Mami          : “Karla, ngapain sih duduk berdua sama dia? (melihat Jay dengan sinis)
Karla            : “Ga ada salahnya kan Mi? Jay anaknya baik kok
Mami          : “Tapi kan dandanan nya kayak gitu, beda banget sama kamu. Ga pantes (emosi) ayo

                         pulang(menarik Karla ke mobil)

Karla            : “Jay, maaf ya
Jay                : “Iya, ga apa kok (tertegun)


Walaupun cinta berat di orang tua , tetapi kedekatan Jay dan Karla membuat mereka makin cinta, namun hubungan mereka sangat ditentang mami Karla.

Yana            : “Tok tok tok” (mengetuk pintu)
Mami          : (membuka pintu) “Ia, eh Yana dan Anya.”

Anya            : “Karlanya ada kan Tan?”
Mami          : “Ada didalam, silakan masuk”
Yana            : ”Makasih Tan..”

Tiba-tiba Jay datang
Yana            : (berbisik ke Mami) “Tan , kami lagi ngejodohin cowok ini sama Karla”
Anya            : “Naaah itu Jay”
Mami          : “Apaa ?? Tukang biskuit ini ??”
Jay                :” Eh mami “(nyalamin Mami)
Mami          : (melepaskan tangan secara paksa)
Jay                : “Nih souvenir dari Arab” (sambil memegang kaleng biskuit)
Mami          :  “Apaan dari arab ? Warung sebelah aja ada biskuit murahan gini”
Karla            : “Eh Jaay , udah lama ? Yok capcuuss”
Yana            : “Kami pergi dulu Tan”
Anya            : “Bye Taan”
Mami          : “Eh, karla kamu ga boleh pergi sama tukang biskuit itu!!”

Karla            : “Yok cepetan kabur”
Jay                : “Ga, kita ga boleh kabur kabur gini. Aku serius sama kamu aku rela kok dimarahin sama
                         mami kamu. Ini demi cinta kita”

Karla            : “Tapi..”

Mereka pun masuk ke rumah
Mami          : “Eh kamu berani ya bawa kabur anak saya”

Jay                : “Ga Tante, kami ga mau kabur. Kami justru akan membuktikan kesungguhan kami”
Mami          : “Ga, Mami ga setuju”
Karla            : “Tapi aku cinta bang Jay mi ..”(memegang tangan Jay)
Mami          : “Cinta? Ngerti apaan kalian tentang cinta?”
Yana            : “Kenapa sih Tante tentang hubungan mereka?”

Mami          : “Jelaslah, kerjaannya aja cuma dagang biskuit mana mungkin sama Karla anak
                          konglomerat kaya..”

Jay                :”Baik Tan, saya akan membuktikan kalau saya pantas dengan karla” (emosi)
Mami          : “Heh, buktiin aja” (sombong)
Jay meninggalkan rumah Karla, ia benar benar tersakiti  karena kata kata Mami Karla

sementara di rumah Karla 
Karla            : “Mi, plis terima Jay” (memohon)
Mami          : (hanya diam)
Anya            : “Tolong Tan, Tante ga kasian liat Karla”
Yana            : ”Jay itu cowok yang baik yang bisa menjaga Karla”
Mami          : ”Oke, kalau dia bisa membuktikan kalau dia bisa membahagiakan Karla”

Keesokan harinya , Jay kembali berjualan biskuit , ia tak mengenal kata pantang mundur
Jay                : “Eh gue punya taktik baru supaya dagangan gue cepet laku”
Abeng         : “Gimana ?”
Jay pergi berjualan dan Abeng melihatnya dari kejauhan
Jay                : “Biskuit Biskuiit , yok semua beli biskuit , ayo kita semua makan biskuit” (goyang biskuit)
Abeng         : “Waah ide bagus nih upload Youtube aah”
Abeng         : (menghampiri Jay) eh Jay , gua cabut dulu yah , eh ide lo boleh juga”
Beberapa minggu kemudian tepatnya pada pagi hari , banyak orang2 berkumpul di depan kost Abeng dan Jay . Tiba – tiba datang panggilan dari berbagai perusahaan biskuit dan mengajaknya untuk bergabung bersama dia karena melihat video goyang biskuit yang di upload oleh Abeng. Akhirnya Jay bergabung dengan perusahaan “BaJay” Bakrie Jay .
Yana dan Anya menghampiri kontrakan Jay dan
Yana            : “Ngapain sih Jay ? Kontrakan lo mau dibakar yaa ?”
Jay                : “Enak aja lu , sekarang gue udah jadi pemilik perusahaan terkenal sejagat desa “BaJay”
                        Bakrie Jay”
Anya            : “Seriuuss ??”
Jay                : “Yaelah ga punya internet ya ? NDESHO ! “
Yana            : “Emm, berarti lo udah bisa dong ngebuktiin sama Maminya Karla kalau lo itu udah
                        terkenal”

Anya            : “Dan lo bisa dapetin restunya Mami Karla”
Jay                : “Oh ia, kita langsung ke rumahnya Karla aja yok”


Anya dan Yana sampai dirumah Karla dengan nafas terengah engah

Anya :  tante tante
Yana : tante udah tau kan kalau pacarnya Karla , Bg Jay udah terkenal dan punya BaJay
Mami : BaJay?
Anya :


Dihalaman depan rumah Karla terdengar suara ribut

Jay: “Karla Karla” (berlari lari)
Karla : “Bang Jay” (menengok melalui jendela)
Mami : “Itu kenapa sih ribut ribut diluar?”

Karla : “Kita keluar aja Mi (karla dan mami berjalan ke luar)Karla membuka pintu”
Jay : (berlutut) Karla, kupinang kau dengan biskuit (sambil melirik ke arah Mami Karla)
Mami : Mami setuju kok
Karla : Aaa, makasi Mi (senyum bahagia)

Akhirnya Jay dan Karla mendapatkan restu dari Mami Karla dan hidup bahagia. Cinta tak perlu hal hal yang besar, mewah, dan elegan, cinta dapat dimulai dari hal yang kecil seperti biskuit yang dibutuhkan hanya ketulusan cinta saja .